Musik Gereja Protestan Tidak Memiliki Akar yang Kuat?
Klaim bahwa musik gereja Protestan tidak memiliki akar yang kuat merupakan tuduhan yang menarik sekaligus tidak lazim. Sekilas tampak sederhana, namun sesungguhnya menyimpan kompleksitas historis dan teologis yang perlu dicermati dengan baik. Pertama-tama, perlu digarisbawahi bahwa istilah Protestan sendiri mencakup spektrum denominasi yang amat luas. Dari Lutheran, Reformed, Anglikan, hingga Evangelikal kontemporer. Karena itu, pernyataan umum bahwa “musik gereja Protestan tidak berakar kuat” menjadi problematis apabila tidak disertai klarifikasi: Protestan yang mana, dalam konteks apa, dan menurut ukuran teologis musikal yang bagaimana? Dugaan beta, klaim semacam ini berangkat dari pembacaan yang bersifat historis, bahkan mungkin dari perspektif yang masih terikat pada paradigma liturgi Gereja Barat pra-Reformasi. Maka, tanggapan yang proporsional harus ditempatkan dalam kerangka sejarah perkembangan musik gereja itu sendiri, yakni sejak era Reformasi abad ke-16 yang menjad...