Postingan

PENDETA KONSERVATIF atau PENDETA LIBERAL?

Gambar
Minimal ada dua kutub besar pertentangan teologi dalam kekristenan, yaitu pandangan konservatif/tradisional/ortodoks VS pandangan Liberal atau bs juga moderat (biasanya mereka lebih suka menggunakan istilah inklusif atau kontekstual). Ini adalah dua kutub yang saling meniadakan (hukum kontradiksi). Berpegang pada salah satu pandangan berakibat membuang pandangan lainnya. Jika kita seorang konservatif maka berimplikasi logis kita tidak setuju dengan pandangan liberal. Demikian sebaliknya. Tidak ada posisi setuju pada kedua pandangan ini sekaligus. Posisi tersebut nilainya sama dengan beriman pada Allah Tritunggal sekaligus tidak beriman pada Allah Tritunggal. Itu pilihan yang absurd. Demikian halnya pertentangan antara pandangan teologi yang konservatif VS pandangan teologi yang liberal.  Ingat bahwa pertentangan ini adalah pertentangan yang fundamental dalam kekristenan. Berpegang pada salah satu pandangan berimplikasi langsung pada keselamatan kita. Tidak perduli seberapa rajin ki...

LITERASI MUSIK NTT DAN INDUSTRI MUSIK

Gambar
Seorang Musisi handal bisa saja sangat piawai dalam bermusik, tapi tidak menjamin memiliki literasi musik yang baik. Literasi musik yang dimaksud mencakup pemahaman tentang elemen-elemen musik seperti melodi, harmoni, ritme, dan dinamika, serta pengetahuan tentang genre musik, sejarah musik, dan budaya musik. Literasi musik juga melibatkan kemampuan untuk membaca not balok, memahami struktur musik, dan mengekspresikan diri melalui musik. Kita tidak akan membahas semua aspek terkait literasi musik. Yang ditekankan dalam tulisan ini adalah pentingnya memahami musik NTT secara historis dan budaya musik. Musik NTT secara historis disini terkait jati diri musik NTT, namun kita tidak membahas detail historisnya, tetapi berupa refleksi budaya NTT yang tentu saja sangat berpengaruh terhadap musik NTT. Dan budaya musik di sini bukan saja terkait musik tradisional kita (NTT), tapi juga terkait trend musik yang berlaku sekarang dan di masa depan. Tentu saja ada beberapa poin penting lain...

ORANG - ORANG POTENSIAL DALAM GEREJA HARUS 'DIMAKSIMALKAN' BUKAN 'DIMANFAATKAN'

Gambar
Sudah dua tahun beta tidak menulis di blog ini, karena lebih fokus pada pelayanan di YouTube dan terlebih di TikTok, puji Tuhan akhirnya ada kesempatan untuk menulis lagi. Ok tanpa babibu lagi kali ini beta akan membahas satu hal penting dalam pelayanan di gereja. Selamat membaca.    Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul (terutama pemuda) di gereja kita cenderung DIMANFAATKAN bukan DIMAKSIMALKAN. Dimanfaatkan keahlian atau talentanya utk mengikuti konsep pelayanan pemimpin/penguasa gereja, dengan alih-alih mengembangkan dan menyalurkan talenta pemuda, pada hal lebih cenderung untuk memuaskan 'nafsu' konsep pelayanan penguasa yang dirasa sudah mentereng itu.  Kita tidak bisa menggunakan pemuda atau orang-orang potensial dalam gereja  seperti sapi perah yang hanya sebatas 'digunakan', tapi tidak diajak sumbang gagasan. Dalam menjalankan manajemen gereja, sebaiknya memberi ruang yang cukup untuk setiap individu didalamnya dapat memaksimalkan kemampuan mereka, dengan mem...

TANGGAPAN TERHADAP SURAT PENEGASAN SINODE GMIT, SEKALIGUS MEMBANTAH ASUMSI MIRING PUBLIK TERKAIT IBADAH ‘RABU ABU’

Gambar
Kepada Yth. Ketua Majelis Sinode GMIT Di       Tempat   TANGGAPAN TERHADAP SURAT PENEGASAN SINODE GMIT, SEKALIGUS MEMBANTAH ASUMSI MIRING PUBLIK TERKAIT IBADAH ‘RABU ABU’ Shalom… Surat ini adalah tanggapan saya terhadap surat penegasan dari Majelis Sinode GMIT (Gereja Masehi Injili di Timor) tanggal 18 Februari 2021 kepada Ketua Majelis Jemaat GMIT Paulus, tentang Perayaan ‘Rabu Abu’ yang dilaksanakan oleh Jemaat Paulus pada Rabu, 17 Februari 2021, sekaligus membantah asumsi – asumsi miring terkait ibadah/perayaan ‘Rabu Abu’ yang saya baca di berbagai media sosial (Medsos). Sebelum saya masuk pada poin yang ingin saya tanggapi, saya perlu menegaskan beberapa hal terlebih dahulu. Pertama: Fokus perhatian saya disini lebih kepada tanggapan terhadap surat Majelis Sinode GMIT tersebut, bukan ikut campur atau mengurusi kegiatan atau apapun yang dilakukan di Jemaat Paulus. Itu bukan fokus saya. Kedua: Tanggapan saya disini terlepas dari apa yang terj...

Thank You Friedrich Nietzsche

Gambar
Beta cukup sering menentang pandangan orang-orang kristen yang mengabaikan doktrin dan lebih menekankan pada perbuatan baik seperti; kesalehan hidup, menolong sesama, dan hal-hal senada. Orang-orang yang menyebut dirinya kristen ini menganggap bahwa melakukan aksi-aksi kemanusiaan lebih penting dari pada doktrin. Beta jelas menentang pandangan seperti itu. Pandangan seperti itu bukan pandangan Kristen dan asing bagi Alkitab. Tentu saja, perilaku tertentu merupakan hasil dari Kekristenan, tetapi perilaku itu bukan Kekristenan. Di lain sisi, ada sebagian orang kristen yang gerah, tidak nyaman dan aneh, kenapa kok ‘sesama Kristen’ saling menentang, saling berdebat?! Entah mereka lupa atau tidak tahu, sejak awal kekristenan memang diwarnai dengan perdebatan dan perselisihan interen. Penyesatan dan kemunculan bidat-bidat menjadi musuh bebuyutan dalam kekristenan yang tak kunjung habis-habisnya. Sebenarnya tidak perlu kaget dan aneh, karena Alkitab sendiri mengisahkan dan sudah menubuatkan ...

Teologi Kidung Jemaat

Gambar
Dalam menafsir Alkitab, eksegese adalah hal yang sangat penting. Jika anda ingin menafsir ayat tertentu, maka anda harus menggali konteks dari ayat tersebut. Anda harus memeriksa bahasanya, budaya, latar belakang munculnya ayat tersebut, dan sebagainya. Hal-hal ini yang penting dilakukan agar kita bisa tahu ayat tersebut menceritakan tentang apa. Jika hal-hal tersebut diabaikan, maka eisegese-lah yang terjadi, atau tafsiran anda keluar dari konteks ayat tersebut. Demikian juga halnya dengan Menyanyikan Kidung Jemaat (KJ) untuk lagu jemaat. Harus dieksegesis terlebih dahulu lagu KJ yang ingin dinyanyikan. Eksegese KJ disini terkait apa biramanya, bagaimana bunyi nada, tanda lagu dan lain sebagainya agar dapat menyanyikan lagu KJ tersebut dengan benar. Kalau kita tidak memperhatikan hal-hal tersebut, maka eisegeselah yang terjadi atau anda akan memainkan lagu tersebut diluar konteks aslinya, pada hal lagu tersebut untuk dinyanyian jemaat. Kalau untuk nyanyian jemaat, ukurannya adalah per...

IMAN BUKAN PERBUATAN BAIK

Gambar
Sering mendengar kalimat doa begini: "biarlah Firman ini tidak lalu begitu saja, tapi juga kami lakukan dalam kehidupan kami sehari-hari". Beta tidak katakan kalimat tersebut salah. Berkata demikian juga boleh-lah. Hanya penting untuk dipahami bahwa tujuan utama mendengar/membaca Firman bukan untuk ditaati atau untuk dilakukan. Kalau tujuan membaca Firman hanya sebatas demikian, maka tidak perlu membaca Firman pun orang bisa berbuat baik. Seorang ateis tidak perlu membaca Alkitab hanya agar dia tidak membunuh, mencuri, dll. Tidak perlu juga menjadi Kristen hanya agar bisa berbuat baik. Ada orang Kristen yang tidak pernah bergereja pun juga tidak mencuri, membunuh dll.  Lalu apa gunanya mendengar/membaca Firman? Roma 10:17 berkata: "Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus". Tujuan membaca dan mendengar Firman adalah untuk MENUMBUHKAN IMAN, bukan (sekedar) untuk berbuat baik. Alkitab bukan hanya berisi hal – hal berupa moralitas praktis...