Postingan

REFLEKSI GEREJA MASA KINI

Berikut adalah “Kata Pengantar” tulisan John Robbins tentang Trinitas. Tulisan ini memuat ulasan yang sangat bagus bagi orang Kristen untuk lebih dapat   memahami apa itu KEKRISTENAN. Tulisan ini beta anggap sebagai refleksi bagi gereja di era modern sekarang ini yang cenderung melupakan hal paling penting dalam kekristenan. Berikut kutipannya:   Kekristenan selalu mempunyai musuh, di antaranya adalah mereka yang mengaku Kristen. Sebagian musuh iman tersebut menolak doktrin dan mengagungkan perbuatan dan mendorong orang Kristen lebih aktif bekerja dan tidak membuang waktu belajar, berspekulasi, dan belajar doktrin yang mengakibatkan perpecahan. Yang lain menolak doktrin dan menekankan bahwa kesucian sebenarnya adalah mendengarkan Allah berbicara melalui gereja, teman, dan kata hati sendiri. Bagi mereka dan bagi orang Kristen yang mereka pengaruhi, sebuah buku tentang tentang Trinitas adalah sebuah teka-teki. Mengapa ada orang yang membaca buku seperti itu, apa lag...

PENTINGNYA DEFINISI

Gambar
Sering kali terjadi perdebatan kecil maupun besar dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu di dalam keluarga di kantor, di   gereja bahkan dalam perdebatan – perdebatan politik maupun diskusi – diskusi ilmiah dan sebagainya, sarat dengan kekacauan gagasan, akhirnya satu sama lain saling "straw man" (straw man adalah salah kaprah terhadap gagasan lawan debat) tak terelakan. Sepertinya banyak diantara pendiskusi/pendebat yang tidak menyadari hal ini dan kenapa terjadi demikian. Hal paling mendasar yang sering kali di lupakan bahkan tidak pernah di ketahui sebagian para pendebat mau pun penulis adalah pentingnya DEFINISI. Pada hal ini sudah diajarkan oleh Socrates pada abad ke lima (sebelum Yesus Kristus) namun sampai sekarang masih saja banyak dari kita yang tidak menyadarinya. Ini kenapa Socrates sering kali menang dalam setiap perdebatan. Bahkan hal ini sudah sering beta ingatkan terus – menerus dalam berbagai kesempatan, namun tetap saja masih banyak yang tidak memahami ha...

PARADOKS ZAMAN SEKARANG

Sadarkah kita bahwa sekarang ini banyak hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya? Tidak sedikit orang yang mengaku sebagai orang beriman dan taat melakukan firmanNya, namun kenyataan yang sering kita lihat dalam sikap dan tingkah laku setiap hari amat berlawanan. Manusia bisa membangun dan memiliki gedung yang sangat tinggi, namun kesabarannya pendek. Manusia bisa membuat jalan bebas hambatan yang luas, namun sudut pandangnya tetap sempit. Manusia bisa melipatgandakan harta miliknya, namun mengurangi nilai diri. Terlalu kurang mengasihi, tetapi lebih banyak membenci. Terlalu sedikit mengampuni, tetapi banyak mendendam. Berhasil menaklukkan luar angksa, tetapi bukan diri sendiri. Membersihkan ruangan sendiri, tetapi membiarkan jiwa kotor. Mengajar lebih banyak, tetapi melakukan sedikit. Memerintah lebih sering, tetapi tidak mau diperintah. Banyak merencanakan, tetapi mencapai lebih sedikit. Terlalu sering buru-buru, tetapi jarang m...

KARENA KURANG SUNGGUH – SUNGGUH, MAKA RENCANA ALLAH BISA GAGAL?

Beberapa hari lalu beta sempat berbincang sedikit dengan seorag teman tentang seorang pendoa (hamba Tuhan). Si pendoa (sebut saja Pendoa A)   punya karunia untuk mengetahui hal – hal  yg akan terjadi di kemudian hari. Beta tidak terlalu berkomentar banyak soal karunianya ini.  Beta pun kurang lebih punya beberapa pengalaman dengan pendoa A ini. Sejauh pengalaman beta ternyata tidak semua apa yg si pendoa A liat di kemudian hari itu terjadi, tapi di sisi lain ada juga pengelihatan pendoa A yang terjadi di kemudian hari (menurut kesaksian teman). Jika semua pengelihatan pendoa A adalah wahyu dari Allah, maka seharusnya tidak boleh gagal, karena Allah tdk pernah gagal dalam rencanaNya. Argumen teman untuk  pengelihatan yang tidak terjadi adalah tiap orang berbeda, maksudnya orang yang di doakan tersebut kurang sungguh-sungguh sehingga kejadian yang di ramalkan (di wahyukan) tidak terjadi. Perbincangan tidak lagi di lanjutkan, tapi beta bertanya dalam hati: apakah ...

Ketika Si Buta Menganggap Fantasi Cahaya Akibat Benturan di Kepala sebagai Bukti Ketidakbutannya (Kasus Papa Kriesto)

Tulisan ini dimaksudkan sebagai bantahan untuk tulisan si Kriesto atas tanggapannya terhadap tulisan Ma Kuru. Kenapa saya yang memberi bantahan? Alasannya sederhana: menurut saya, si Kriesto tidak punya kapasitas nalar yang memadai untuk berdebat dengan Ma Kuru. Karena itu saya meminta ijin pada Ma Kuru untuk memberi bantahan terhadap tulisan si Kriesto yang sebenarnya hanya membantahan hayalannya sendiri alias bantahannya terhadap tulisan Ma Kuru secara keseluruhan lebih bersifat strawman, dimana apa yang dibantah tidak menyentuh hal substansial yang diangkat oleh Ma Kuru. Agar saya tidak asal klaim, maka saya akan membuktikannya. Semua ini berawal ketika teman saya Duke memberikan postingan di CLDC yang memuat tanggapan Papa Kriesto terhadap tulisan Ma Kuru ( disini ). Tulisan Ma Kuru dapat dibaca di sini . Secara keseluruhan tulisan Ma Kuru bukan untuk membuktikan apakah Wahyu Renaldy adalah orang yang sama dengan Papa Kriesto atau Papa Kriesto non-Katolik walau “kecurigaan”...